telah sampai ku ditempat tujuan
berjuta kisah pahit dan masam kutinggalkan
demi matahari pagi yang bisa menggembalikan mu
dengan udara sejuk yang selama ini aku tunggu untuk melihatmu
aku tak sabar ingin mendengar suaramu
aku tak bisa sabar untuk menunggu senyumanmu
setuhan lembut jemarimu diantara tangan ku
aku ingin merasakanya lagi untuk menghilangkan lelah hatiku
begitu susah untuk membuat keadaan seharmonis dulu
tapi perlahan-lahan seiring waktu, romantis akan datang meggetuk
menggetarkan jiwa yang telah lelah menunggu menghadirkanmu
tak sabar aku ingin memanggilmu "cinta, aku telah datang untukmu"
matahari mulai sedikit naik ke langit saat itu
kau mulai menanyakan tentang perpisahan, yang aku tak tau jawabnya
aku merasa aku akan selalu tenggelam dalam kesedihan entah sampai kapan
aku bisa menghilangkan kutukan kesedihan dalam kisah hidupku ini
munkgin tak adil bagiku, tapi mungkin ini sesuatu yang membahagiakannya
sesakit apapun aku, untuk membahagiakannya aku akan mencoba untuk ikhlaskannya
aku pernah bercerita tentang cinta
perumpamaan sebuah bunga mawar
yang indah dan menawan, dengan duri di sekujur dirinya
jikalau aku mau membawa nya pulang, untuk aku hidupi dia
meski darah ini menetes perlahan tersengat duri dirinya
rasa sakit itu mungkin akan terasa sekarang
tapi nanti setelah aku bisa menghidupi dia di rumah, aku bisa melihatnya
lebih indah saat bersamaku sampai aku lupa aku pernah sakit karenanya
apapun itu aku rela menerimanya, untuk hari ini dan nanti
sampai saatnya nanti tuhan memanggil salah satu dari kita
untuk berpamitan terlebih dahulu
cinta, takkan ada yang lain seperti mu
yang bisa membuatku seperti ini
menghadirkan hari-hari bahagia
saat aku berada di dekatmu
hari ini dan selamanya
Jumat, 22 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar