Minggu, 31 Agustus 2008

Dia

aku bersama dengan nya adalah suatu kebetulan atau karunia, aku ada dan dia datang, dan kita pun disini, terkadang kala jiwa lelakikupun tak dapat ku tahan ku selalu melihat dan selalu ingin memiliki wanita yang lebih, entah itu indah terpaut dari wajah atau pun dari lekukan badan serta pancaran sinar dari kulitnya, ingin sekai aku memilikinya, oh kenapa aku seperti ini, tiba2 kereta listrikpun berbelok dan sedikit terguncang dan akupun melihat dia yg duduk termenung melihat keluar dari kaca LRT, dia.... dia mungkin akan terlihat biasa saja, dengan wajah yang terlihat begitu letih cahaya lampu pun mulai terpantul dari wajahnya pertanda bahwa dia harus membasuh wajah layunya itu, dia adalah wanita yang selalu mengingatkan aku selama aku belajar disini, aku belajar banyak tentang dia dan banyak pelajaran yg aku dapatkan dari dia tentang hidup, tentang dunia tentang cara berpandang orang lain dan cara untuk menyayangi sesama mahluk ciptaan  illahi, aku memberi waktu dia memberi manfaat kepadaku, sekalinya dia terlihat layu aku pun membangunkanya sepertinya kita terpaut suatu keadaan yang dimana kita memang  ingin selalu bersama satu sama lain, saat aku menyakiti dia dia tak memintaku untuk meninggalkan dia, walaupun airmata terderai begitu banyak aku menyakiti dia, dia masih tidak ingin kita berpisah meski kedua bibir ini lemas tak sanggup untuk berucap tapi itu semua terucap dimatanya seakan dia berbicara "aku selalu akan memaafkan kamu, tapi tidakkah kamu sadar tentang apa yang aku rasakan ini sayang?" iya aku memang lelaki jahanam, aku selalu ingin menyesal sebelum berbuat, tapi kenapa penyesalan ini begitu sakit dan menusuk jantung perasaan aku, aku benar-benar bodoh, disini ada wanita yg mencintai aku sedemikian putihnya, dan akupun menyakitinya sesakitsakitnya sampai diapun merintih sakit akan perasaanya.
aku mungkin bisa melihat wanita lain lebih daripada dia, tapi dari semua wanita yang aku pandang lebih dari dia belum tentu seperti dia, aku pun selalu berfikir seperti ini sekarang jika melihat wanita dunia karena itu aku sebut dia adalah Setia 

Tidak ada komentar: